Bab pembuka — seorang gadis ditinggalkan di puncak jalan setapak gunung, dan kisahnya dimulai di sana
Wren dari Bell Meadow adalah bab pembuka komik anak tentang dikirim ke tempat baru. Empat halaman: seorang bibi berjalan kembali menuruni gunung, seorang lelaki tua pendiam membawa koper Wren ke dalam, dan makan malam berlalu tanpa sepatah kata pun. Komik ini dibuat dengan ReadKidz. Bab ini berhenti setelah malam pertamanya — di sinilah kisahnya dimulai, bukan berakhir.
Komik ini adalah bab pembuka — ceritanya berhenti di sini, bukan berakhir tuntas.
Ilustrasi komik berbahasa Inggris — terjemahan ke bahasa pembaca tersedia setelah setiap halaman.
Halaman 1
Wren of Bell Meadow
The road ran out where the larches began. Aunt Marta set down the tin case, pointed up the last switchback, and said the mountain would do the rest. Then she turned and went down, and her footsteps got smaller until the wind had them all.
Wren pulled her blue scarf over her chin and climbed.
Above her the cloud sat on the path like a lid.
Wren dari Bell Meadow
Jalan itu berakhir di tempat pohon larch mulai tumbuh. Bibi Marta meletakkan koper seng itu, menunjuk belokan terakhir jalan setapak, lalu berkata bahwa gunung akan melakukan sisanya. Kemudian ia berbalik dan berjalan menuruni gunung, dan bunyi langkahnya makin samar hingga semuanya ditelan angin.
Wren menarik syal birunya menutupi dagu lalu mendaki.
Di atasnya, awan bertengger di jalan setapak seperti penutup.
Halaman 2
She walked into it, and out of it, and all at once the ridge was there — bare rock going gold at the top, larches falling away below, and somewhere under her feet the sound of small wooden bells.
Ia berjalan masuk ke dalamnya, lalu keluar darinya, dan tiba-tiba punggung gunung itu ada di sana — batu cadas yang berubah keemasan di puncak, pohon-pohon larch yang menurun jauh di bawah, dan entah dari mana di bawah kakinya terdengar bunyi lonceng-lonceng kayu kecil.
Halaman 3
The cabin had a slate roof and one crooked chimney. A tall old man was splitting wood by the door with a coil of rope over his shoulder. He looked at her for a long moment, the way you look at weather coming.
"Marta's girl," he said. It was not a question.
"Wren," said Wren.
He carried her case inside without another word.
Kabin itu beratap batu sabak dan memiliki satu cerobong yang miring. Seorang lelaki tua tinggi sedang membelah kayu di dekat pintu, dengan gulungan tali di bahunya. Ia memandang Wren cukup lama, seperti orang memandang cuaca yang akan datang.
"Anak Marta," katanya. Itu bukan pertanyaan.
"Wren," kata Wren.
Tanpa berkata lagi, ia membawa koper Wren ke dalam.
Halaman 4
Supper was barley soup and hard bread and no talking at all.
On the windowsill sat a row of little bells carved out of pale wood, each one different.
When she had eaten, the old man pointed his knife at the ladder in the corner, and that was how Wren learned where she would sleep.
Makan malamnya adalah sup jelai, roti keras, dan tidak ada percakapan sama sekali.
Di ambang jendela terdapat deretan lonceng kecil yang diukir dari kayu pucat, masing-masing berbeda.
Setelah selesai makan, lelaki tua itu menunjuk tangga di sudut dengan pisaunya, dan begitulah Wren tahu tempat ia akan tidur.
Untuk orang dewasa
Ini adalah empat halaman tentang kedatangan dengan nyaris tanpa dialog, dan justru itulah yang membuatnya berguna. Lelaki tua itu mengucapkan tiga kata dan menunjuk tangga dengan pisau; apakah itu terasa dingin atau sekadar tidak pandai menunjukkan perasaan, pembaca bebas menafsirkannya, dan tidak semua anak akan memberi jawaban yang sama. Jika seseorang dalam keluargamu pernah pindah, berganti sekolah, atau tinggal di tempat yang asing, kesunyian dalam halaman-halaman ini memberi mereka sesuatu untuk ditunjuk. Perlu diketahui bahwa bab ini berakhir tanpa penyelesaian — memang begitulah bentuk ceritanya, bukan karena ada halaman yang hilang.
Bicarakan bersama
Bibi Marta menunjuk ke arah jalan setapak lalu pergi. Menurutmu, bagaimana perasaan Wren saat melihatnya pergi?
Lelaki tua itu memandangnya "seperti memandang cuaca yang akan datang". Apa yang dikatakan hal itu tentang dirinya?
Makan malam berlangsung tanpa bicara sama sekali. Apakah suasana hening selalu berarti tidak ramah?
Ada deretan lonceng kecil berukir di ambang jendela. Menurutmu, siapa yang membuatnya, dan mengapa?
Apa yang ingin kamu tanyakan kepada seseorang pada malam pertamamu di rumah yang asing?
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Wren dari Bell Meadow adalah cerita yang sudah selesai?
Tidak — empat halaman ini adalah bab pembuka. Wren tiba, makan malam, dan ditunjukkan tempat tidurnya; cerita berhenti di sana, bukan memberikan penyelesaian.
Komik ini untuk usia berapa?
Komik ini dibuat untuk usia 7-9. Bahasanya lebih bernuansa sastra dibandingkan dua komik lainnya di sini, sehingga cocok untuk pembaca yang sudah percaya diri.
Mengapa tampilannya seperti lukisan, bukan gambar?
Komik ini menggunakan gaya seni sketsa dan sapuan cat bercahaya matahari — garis tinta yang longgar dengan cat air di atasnya. Cerita yang sama dapat dibuat dalam gaya apa pun di perpustakaan.